hero-header

RSUD dr. M. Haulussy Ambon

SIMRS Printing Center: Efisiensi dalam Transformasi Digital

 

 

1. Pendahuluan

Transformasi digital rumah sakit bukanlah perjalanan yang selesai dalam satu malam. Ia berjalan bertahap, menyesuaikan diri dengan kesiapan sistem, kebiasaan kerja, kebutuhan pelayanan, serta kepentingan pasien. Di tengah proses inilah hadir SIMRS Printing Center, sebuah sarana layanan pencetakan dokumen Rekam Medis Elektronik yang menjadi bagian dari perkembangan implementasi SIMRS di rumah sakit.

Kehadiran SIMRS Printing Center menggambarkan fase transisi yang sangat nyata: pelayanan telah bergerak menuju sistem digital melalui SIMRS dan Rekam Medis Elektronik, namun pada alur tertentu kebutuhan dokumen fisik masih tetap diperlukan. Dengan demikian, sarana ini bukanlah tanda bahwa rumah sakit kembali bergantung pada kertas, melainkan bukti bahwa transformasi digital perlu dijalankan secara realistis, tertib, aman, dan tetap berpihak pada kebutuhan pelayanan.

“Transformasi digital yang baik bukan sekadar mengganti kertas dengan layar, tetapi menata ulang cara kerja agar pelayanan menjadi lebih cepat, aman, dan bermakna.”

2. Apa Itu SIMRS Printing Center?

SIMRS Printing Center adalah titik layanan pencetakan dokumen tertentu yang bersumber dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dan Rekam Medis Elektronik. Sarana ini disiapkan untuk membantu unit kerja ketika masih terdapat kebutuhan mencetak dokumen yang diperlukan dalam proses pelayanan, administrasi, rujukan, klaim, atau kebutuhan pasien sesuai ketentuan dan alur internal rumah sakit. Resmi hadir sejak 15 Maret 2026, layanan ini berlokasi di depan Ruang SIMRS RSUD dr. M. Haulussy Ambon, sehingga mudah dijangkau oleh unit kerja yang membutuhkan.

Dalam praktiknya, tidak semua dokumen elektronik harus dicetak. Justru melalui layanan yang terpusat seperti ini, rumah sakit dapat mulai membedakan mana dokumen yang cukup tersimpan secara elektronik, dan mana dokumen yang memang masih membutuhkan bentuk fisik untuk keperluan tertentu. Di sinilah nilai penting SIMRS Printing Center: ia membantu rumah sakit mengelola masa transisi secara lebih terkendali.

3. Mengapa Dokumen Masih Perlu Dicetak?

Dalam ideal pelayanan digital, dokumen klinis dan administrasi sebaiknya semakin banyak dikelola secara elektronik. Namun, dalam realitas pelayanan rumah sakit, masih terdapat situasi tertentu yang membutuhkan dokumen cetak. Misalnya untuk kebutuhan pasien, keperluan administrasi tertentu, komunikasi lintas layanan yang belum sepenuhnya paperless, proses verifikasi, atau dokumen yang masih harus diserahkan dalam bentuk fisik sesuai kebutuhan pelayanan. Ketentuan ini sejalan dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, yang secara eksplisit mengakomodasi penyerahan dokumen rekam medis kepada pasien baik dalam bentuk elektronik maupun tercetak sesuai kebutuhan.

Karena itu, pencetakan dokumen RME perlu ditempatkan sebagai bagian dari tata kelola, bukan sekadar aktivitas teknis. Dokumen yang dicetak harus jelas tujuan penggunaannya, siapa yang berwenang meminta, siapa yang mencetak, kepada siapa diserahkan, dan bagaimana kerahasiaannya dijaga. Hal ini penting karena dokumen rekam medis bukan dokumen biasa; di dalamnya terdapat informasi pasien yang harus dilindungi.

4. Manfaat bagi Pelayanan Rumah Sakit

Keberadaan SIMRS Printing Center dapat memberi beberapa manfaat penting bagi pelayanan. Pertama, sarana ini membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan dokumen tertentu tanpa mengganggu alur kerja unit pelayanan. Unit yang membutuhkan dokumen cetak dapat diarahkan ke titik layanan yang jelas, sehingga proses menjadi lebih tertib dan tidak tersebar tanpa pengawasan.

Kedua, SIMRS Printing Center membantu meningkatkan keteraturan dokumen. Dalam masa transisi RME, risiko pencetakan berulang, pencetakan dokumen yang tidak diperlukan, atau dokumen tertinggal di printer dapat terjadi apabila pencetakan dilakukan secara bebas di banyak tempat. Dengan adanya pusat pencetakan, rumah sakit memiliki peluang lebih besar untuk mengendalikan proses tersebut.

Ketiga, layanan ini menjadi bagian dari edukasi budaya digital. Staf rumah sakit dapat belajar bahwa dokumen elektronik adalah sumber utama, sedangkan dokumen cetak hanya digunakan bila benar-benar diperlukan. Dengan cara ini, perubahan menuju layanan paperless tidak dilakukan secara memaksa, tetapi melalui pembiasaan yang bertahap dan terarah.

5. Efisiensi Sarana dan Anggaran

Salah satu kelebihan penting dari SIMRS Printing Center adalah mendukung efisiensi sarana-prasarana rumah sakit. Dalam masa transisi menuju Rekam Medis Elektronik, kebutuhan mencetak dokumen tertentu memang belum sepenuhnya dapat dihilangkan. Namun, kebutuhan tersebut tidak selalu harus dijawab dengan menyediakan printer di setiap ruangan atau unit kerja.

Dengan adanya titik layanan cetak yang terpusat, rumah sakit dapat mengurangi kebutuhan pengadaan printer secara masif. Ini berarti rumah sakit dapat menekan biaya pembelian perangkat, menghemat penggunaan tinta dan kertas, serta memudahkan pemeliharaan alat. Bila printer tersebar di terlalu banyak ruangan, maka kebutuhan perawatan, penggantian tinta, perbaikan kerusakan, dan pengawasan penggunaan kertas juga akan semakin besar.

SIMRS Printing Center menjadi alternatif yang lebih rasional. Rumah sakit cukup menyiapkan sarana cetak pada titik tertentu yang memang diperlukan, sambil terus mendorong penggunaan dokumen elektronik sebagai standar kerja utama. Efisiensi seperti ini bukan hanya soal mengurangi belanja alat, tetapi juga menata ulang cara rumah sakit menggunakan sumber daya agar lebih tepat guna.

6. Pengendalian Penggunaan Kertas

Salah satu tantangan dalam implementasi RME adalah kebiasaan lama untuk tetap mencetak semua dokumen. Padahal, bila setiap dokumen elektronik tetap dicetak tanpa seleksi, maka manfaat digitalisasi akan berkurang. Rumah sakit tetap akan menghadapi tumpukan kertas, biaya operasional yang tinggi, serta risiko dokumen fisik tercecer.

Melalui SIMRS Printing Center, pencetakan dapat diarahkan menjadi lebih selektif. Dokumen dicetak karena memang dibutuhkan, bukan karena kebiasaan. Ini menjadi langkah kecil tetapi penting untuk membangun budaya kerja baru: membaca di sistem, memverifikasi di sistem, menyimpan di sistem, dan mencetak hanya bila diperlukan.

Dengan demikian, SIMRS Printing Center tidak bertentangan dengan semangat paperless. Sebaliknya, ia menjadi alat bantu untuk mengendalikan penggunaan kertas secara lebih bijak selama masa transisi.

7. Keamanan dan Kerahasiaan Dokumen

Karena dokumen yang dicetak dapat berisi informasi medis pasien, maka aspek keamanan dan kerahasiaan harus menjadi perhatian utama. Pencetakan dokumen RME tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Setiap petugas perlu memahami bahwa rekam medis mengandung informasi yang bersifat rahasia dan harus dilindungi dari akses yang tidak berwenang. Ketentuan mengenai keamanan dan kerahasiaan rekam medis elektronik ini juga diatur secara tegas dalam Permenkes No. 24 Tahun 2022, yang mewajibkan fasilitas pelayanan kesehatan menerapkan sistem keamanan informasi kesehatan dan melarang akses oleh pihak yang tidak berwenang.

Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan antara lain: pencetakan hanya dilakukan untuk kebutuhan yang jelas, dokumen tidak boleh ditinggalkan di printer, hasil cetak harus segera diserahkan kepada pihak yang berwenang, dan dokumen yang salah cetak harus dimusnahkan secara aman. Bila memungkinkan, rumah sakit juga dapat mengembangkan pencatatan sederhana atau mekanisme pengawasan terhadap jenis dokumen yang dicetak.

Dalam pelayanan kesehatan, menjaga kerahasiaan pasien bukan hanya kewajiban administratif, tetapi bagian dari etika profesi dan kepercayaan publik. Pasien mempercayakan informasi dirinya kepada rumah sakit; maka rumah sakit wajib menjaganya dengan sungguh-sungguh.

8. Bagian dari Transformasi Digital

SIMRS Printing Center adalah contoh bahwa transformasi digital tidak selalu tampak megah. Kadang ia hadir dalam bentuk yang sederhana: satu titik layanan, satu printer, satu papan informasi, dan satu alur kerja yang dibuat lebih tertib. Namun dari hal sederhana itulah budaya baru mulai dibangun.

Di RSUD dr. M. Haulussy Ambon, perkembangan SIMRS dan RME perlu dilihat sebagai perjalanan bersama. Ada sistem yang terus diperkuat, ada petugas yang terus belajar, ada unit kerja yang terus beradaptasi, dan ada kebutuhan pelayanan yang harus tetap berjalan tanpa terputus. SIMRS Printing Center berada di tengah perjalanan itu: menjembatani dunia digital yang sedang tumbuh dengan kebutuhan dokumen fisik yang masih ada di lapangan.

“Perubahan besar di rumah sakit sering tidak dimulai dari teknologi yang paling canggih, tetapi dari keberanian untuk menata hal-hal kecil dengan disiplin dan tujuan yang benar.”

9. Arah Pengembangan ke Depan

Ke depan, SIMRS Printing Center dapat dikembangkan lebih lanjut dengan alur layanan yang lebih jelas. Misalnya dengan menetapkan jenis dokumen yang boleh dicetak, petugas yang bertanggung jawab, jam layanan, prosedur permintaan cetak, serta mekanisme pengamanan dokumen. Informasi ini penting agar semua unit memiliki pemahaman yang sama.

Selain itu, rumah sakit dapat terus mengevaluasi jumlah dokumen yang dicetak. Bila dalam perjalanan waktu semakin banyak proses yang dapat dilakukan sepenuhnya secara elektronik, maka volume pencetakan dapat dikurangi secara bertahap. Dengan begitu, SIMRS Printing Center tetap relevan sebagai sarana transisi, bukan menjadi kebiasaan baru untuk mencetak semua dokumen.

Tujuan akhirnya tetap sama: pelayanan yang semakin digital, efisien, aman, mudah ditelusuri, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

10. Penutup

SIMRS Printing Center bukan sekadar tempat mencetak dokumen. Ia adalah salah satu tanda bahwa transformasi digital rumah sakit sedang berjalan secara nyata, adaptif, dan bertanggung jawab. Di satu sisi, rumah sakit terus bergerak menuju pelayanan berbasis SIMRS dan Rekam Medis Elektronik. Di sisi lain, rumah sakit tetap memahami bahwa kebutuhan dokumen fisik pada situasi tertentu masih harus difasilitasi dengan baik.

Melalui sarana ini, rumah sakit dapat mendukung kelancaran pelayanan, mengendalikan pencetakan dokumen, menjaga kerahasiaan informasi pasien, serta menghemat pengadaan printer di berbagai ruangan. Inilah bentuk transformasi yang tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga tentang tata kelola, efisiensi, keamanan, dan budaya kerja.

Sejak resmi beroperasi pada 15 Maret 2026 di depan Ruang SIMRS, keberadaan SIMRS Printing Center telah menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital di RSUD dr. M. Haulussy Ambon berjalan secara bertahap, terukur, dan berpihak pada kebutuhan pelayanan.

Pada akhirnya, digitalisasi rumah sakit bukan hanya tentang mesin, jaringan, dan aplikasi. Digitalisasi adalah tentang manusia yang mau berubah, sistem yang ditata lebih baik, dan pelayanan yang terus berusaha mendekatkan harapan pasien kepada kenyataan. Dari sebuah SIMRS Printing Center yang sederhana, kita melihat satu pesan penting: perubahan besar selalu membutuhkan langkah kecil yang dikerjakan dengan kesungguhan.

 

 

Referensi:

  • Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

  • Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

  • Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.

     

* Penulis adalah Kepala Instalasi SIMRS RSUD dr. M. Haulussy Ambon.

 

 

All rights Reserved © RSUD dr. M. Haulussy Ambon, 2024

Made with   by  RSUD dr. M. Haulussy Ambon